SUBHANALLAH!!! KISAH PASUKAN BERBAJU PUTIH YANG KEBAL PELURU DI PERANG SURIAH
Islam adalah agama yang menyukai perdamaian, namun bila sudah mengejek agama dan keyakinan kita, sudah sepatutnya kita memperjuangkannya. Dan lebih hebatnya lagi, Allah SWT sendirilah yang akan turut berjuang bersama kita. Di bawah ini salah satu kisahnya. Kisah “pasukan berbaju putih” yang kebal peluru di perang Suriah ini akan memberi kita pelajaran bagaimana harus membela agama dan keyakinan kita agar tak direndahkan oleh orang atau agama lain.
Kisah Pasukan Berbaju Putih yang Kebal Peluru di Perang Suriah
Siapa pasukan berbaju putih yang kebal ditembak itu?
Cerita ini berawal dari pejuang dari Idlib yang bernama Hasan. Ia menemani ayahnya yang merupakan seorang ulama untuk pergi ke Mukhtamar.
Hasan menceritakan bahwa satu hari pesawat tentara Suriah bergemuruh di atas udara untuk masuk desa-desa umat Muslimin. Walau para warga tak mempunyai peralatan secanggih Suriah, mereka tetaplah bertawakal pada Allah serta memohon supaya bom-bom itu tidak akan melukai mereka. Karena takutnya mereka mengucapkan takbir bersama-sama waktu bom itu di luncurkan ke tanah. Waktu bom itu jatuh, nyatanya tak kunjung meledak, begitu halnya bom yang ke-2. Semua material siap menerjang tanah mereka untuk menghancurkan pejuang Mujahidin. Namun, mereka tidak patah semangat serta mereka selalu mengumandangkan takbir seraya bermunajat kepada Allah. Serta lagi-lagi bom itu gagal untuk meledak.
Tetapi, ketika bom terakhir dimuntahkan, benar saja bom itu meledak di tanah mereka. Menurut Hasan, waktu itu beberapa pejuang Mujahidin tak kobarkan takbir mereka.
Cerita yang lain disibakkan oleh Anggota Ikatan Ulama Homs yang bernama Syeikhk Anas Ahmad Suwaid.
Pada awal revolusi, beliau bersama pejuang yang lain bertakbir secara serentak untuk melawan kekuatan rezim di kota Homs. Mendadak muncul petir-petir yang menyambar ke arah tentara-tentara rezim Bashar.
Kaum Muslim itu banyak terima telephone yang menyampaikan untuk melihat langit. Disana ada sambaran petir-petir yang seolah-olah ikuti takbir mereka. Syeikh mengatakan tasbih karena sudah melihat karamah itu dengan ke dua mata kepalanya sendiri.
Cerita selanjutnya diungkapkan juga oleh ulama muda ini di mana ada prajurit hantu berbaju putih. Satu ketika ada peristiwa yang menimpa satu diantara mujahid. Waktu ia sedang mengalami luka yang kronis, ia juga jadi tahanan oleh rezim. Disitulah ia harus menghadapi berbagai pertanyaan dalam interogasi yang dilakukan rezim.
Salah satu pertanyaan mereka yaitu mengenai keanehan ketika sebagian pasukan berwarna putih yang tidak bisa dilumpuhkan oleh tentara Bashar.
Mereka bertanya siapakah pasukan berwarna putih yang tidak rasakan apa-apa waktu dilumpuhkan oleh Bashar itu. Mujahid juga menjawab untuk Allah kalau tak ada seorang juga dari beberapa Mujahidin yang kenakan pakaian putih.
Syeikh Anas pun hanya tersenyum dan menyampaikan pada tim Tepat kalau mereka yaitu beberapa malaikat seperti yang diterangkan didalam friman-Nya.
Berdasarkan cerita pasukan berbaju putih yang kebal peluru itu, kita di ajarkan tidak untuk berputus harapan. Walau dari fisiknya kita telah kalah namun kita masihlah mempunyai kemampuan yang demikian besar, yaitu Allah SWT. Selemah apa pun kita bila kita dalam kebenaran serta kebaikan jadi ingatlah pada Allah serta berdoa memohon perlindungan jadi Allah akan membantu umat-Nya. Cerita ini juga memerlihatkan pada kita pertolongan Allah sangat riil dalam peperangan ini. Bahkan juga bila kita memandangnya sangat banyak pertolongan yang diberikan pada hamba-Nya yang beriman. Oleh karena itu, senantiasalah mendekatkan diri kepada Allah karena hanya Dialah yang mampu melindungi kita dari mara bahaya apa pun.

Leave a Comment