SILAHKAN SHARE!!! DIALOG SYEKH ABDUL QADIR JAILANI RA DAN MALAIKAT MAUT
Dalam ceramah di akhir bulan Rajab 546 H di Madrasah, Syekh Abdul Qadir Jailani menjelaskan :
Imam Junaid Al-Baghdadi rahimahullah sering kali menyampaikan :
“Apa yang bisa kuperbuat terhadap diriku? Saya ini hanya seorang hamba serta milik Majikanku. ”
Dia sudah menyerahkan dirinya kepada Allah, tak memiliki pilihan lain selain terhadap-Nya dan tak mengusik-Nya. Junaid sudah ikhlas dengan apapun yang ditakdirkan kepadanya. Hatinya sudah menjadi baik dan nafsunya telah tenang.
Dia telah mengamalkan firman Allah Azza wa Jalla, “Sesungguhnya pelindungku yaitu Allah yang sudah menurunkan Al-Kitab (Al-Quran) serta Dia melindungi beberapa orang yang saleh. ” (QS Al-‘Araf : 196) Di suatu malam, saya mengingat kematian, dan saya menangis dari awal malam sampai saat sahur tiba. Saya berdoa, “Ya Tuhanku, saya mohon kepadamu agar malaikat mautt tak mencabut nyawaku, namun Engkau sendiri yang mencabutnya.
” Lalu, saya tertidur, lalu saya bermimpi lihat seorang
tua yang mengagumkan dan menawan. Dia lalu masuk dari arah pintu, serta saya bertanya kepadanya : “Siapakah engkau? ”
Lalu, dia menjawab, “Aku malaikat maut. ”
Saya katakan kepadanya, “Aku sudah memohon pada Allah supaya Dia sendiri yang mencabut nyawaku, bukan engkau yang akan mencabutnya. ”
Malaikat itu balik bertanya, “Lalu kenapa engkau memohon hal itu? Apa dosaku? Saya hanyalah hamba yang mengikuti perintah. Saya diperintahkan berlaku lemah lembut pada satu golongan dan berlaku kasar pada golongan yang lain. ” Lalu, dia memelukku serta menangis, maka saya juga menangis bersamanya.
Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata :
“Betapa banyak hati yang terbakar oleh kecintaan kepada dunia, padahal di dadanya ada Al-Quran. Sesaat, beberapa orang saleh yang senantiasa bangun malam mendirikan shalat malam, beramar makruf nahi munkar. Tangan mereka itu terbelenggu oleh sikap wara’ hingga meninggalkan dunia, dan hasrat mereka mencari Tuhan mereka demikian kuat. Jadi, infakkan harta kalian pada mereka itu. Sebab, di masa datang mereka itu akan memperoleh kekuasaan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. ”

Leave a Comment