KETAHUILAH!!! INILAH AROMA PARA PEMBACA AL QUR'AN.. YANG MANAKAH ANDA?? BANTU SHARE YA
KETAHUILAH!!! INILAH AROMA PARA PEMBACA AL QUR'AN.. YANG MANAKAH ANDA?? BANTU SHARE YA
Al-Qur'an adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yabg berfungsi sebagai petunjuk atau dasar untuk umat manusia untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia serta akhirat. Ada banyak keutamaan yang didapatkan oleh setiap pembaca Al-Qur'an.
Tetapi tahukah anda bagaimana aroma yang dimiliki oleh beberapa pembaca Al-Qur'an? Sebagaimana kita ketahui kalau setiap manusia mempunyai aroma tubuh yang berbeda-beda. Demikian halnya halnya dengan para pembaca Al-Qur'an yang juga mempunyai aroma yang tidak sama.
Hal semacam ini bahkan sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta Muslim. Kalau ada empat jenis aroma yang dimiliki oleh manusia dalam penyikapannya pada Al-Qur'an. Di mana ke empat jenis aroma itu diumpamakan seperti buah. Lalu, seperti apakah aroma yang dimaksud? berikut penjelasannya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di jelaskan kalau Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang Mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah, baunya harum dan rasa-rasanya enak. Serta Perumpamaan orang Mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah korma, tak wangi serta rasa-rasanya manis. Serta perumpamaan orang munafiq yang membaca Al_Quran seperti buah raihanah baunya enak serta rasa-rasanya pahit. Serta Perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al-Quran seperti buah hanzhalah, tak beraroma serta rasa-rasanya pahit. ”
Di mana dalam hadits ini Rasulullah SAW menggambarkan empat jenis manusia dalam penyikapannya terhadap Al-Qur'an, yakni :
Pertama, Mukmin yang selalu membaca Al-Qur'an
Di mana jenis yang pertama ini akan mempunyai aroma yang indah lahir serta batin. Serta ia diumpamakan seperti buah utrujah yang rasanya enak serta aromanya wangi semerbak. Hingga seorang yang selalu membaca Al-Qur'an jadi ia akan rasakan ketenangan, kenyamanan dalam jiqanya dan setiap harinya akan selalu mengasyikkan.
Demikian juga perihal dengan beberapa orang yang ada di dekatnya, pastinya akan merasakan kesenangan akan keindahan bacaan orang mukmin itu, Terlebih lagi bila ia juga turut mendengarkannya dengan penuh kekhusyukan, hingga ia kaan memperoleh rahmat dari Allah SWT.
Bahkan juga Rasulullah SAW juga bedoa agar Al-Qur'an jadikan sebagai penyejuk hatinya (rabi'al qalb). Serta pada hari kiamat nantinya, Al-Qur'an akan memberi syafaat kepada orang yang suka membacanya.
Selain itu, di antara hikmah dari dikhususkannya buah utrujah yang mempunyai aroma yang enak serta nikmat rasa-rasanya apabila dibandingkan buauh yang lain karena kulitnya saja dapat dijadikan obat dan bijinya bisa mengeluarkan minyak yang memiliki banyak manfaat.
Ke dua, Mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an
Di mana orang mukmin yang seperti ini pada intinya ia sudah kehilangan aroma lahir. Hingga bisa di katakan bahwa ia tekah kehilangan kenikmatan yang begitu besar. Dengan demikian ia diumpamakan seperti buah korma yang mempunyai rasa yang enak tetapi tak mempunyai wangi yang semerbak. Hingga ada suatu hal yang kurang pada dianya. Sebab bagaimana bisa ia rasakan kenikmatan iman bila Al-Qur'an saja jarang disentuhnya atau tak di baca sama sekali.
Ketiga dan ke empat, Munafiq yang membaca serta tak membaca Al-Qur'an
Sejatinya orang munafik yaitu orang yang memperlihatkan keimanan serta sembunyikan kekafiran dirinya. Di mana ada beberapa ciri-ciri orang munafiq, salah satunya yakni jika ia bicara maka ia berdusta, jika ia berjanji maka ia ingkar, serta jika ia di beri amanah jadi ia menyalahinya.
Hingga bila ada orang yang mempunyai karakter itu serta dalam hatinya ia memungkiri keimanannya pada Allah SWT, maka ia termasuk juga orang munafik yang akan di letakkan di neraka yang paling bawah (fiddarkil asfali minannar) serta abadi di dalamnya.
Diluar itu, beberapa orang munafiq ini walau ia selalu berupaya memperlihatkan keimanannya di hadapan manusia jadi dapat terlihat dari sikapnya pada Al-Qur'an. Hingga meskipun ia membaca Al-Qur'an jadi tetap harus ia kaan sembunyikan kekafirannya. Oleh sebab tersebut Rasulullah SAW mengumpamakannya dengan buah raihanah yang aromanya semerbak harum tetapi rasa-rasanya pahit. Hal semacam ini karena tilawah Al-Qur'an baginya hanya sebatas amalan zhahir yang cuma melalui kerongkongannya saja serta tak kian lebih itu.
Serta jenis manusia yang ke empat lebih buruk lahir serta batinnya. Oleh sebab tersebut ia diumpamakan denngan buah hanzhalah yang pahit serta jelek rasa-rasanya. Hingga cuma beberapa orang bodoh saja yang bakal terpedaya oleh penampilannya.
Dengan hal tersebut, saat ini apakah diri kita termasuk juga seperti buah utrujah yakni mukmin yang sukai serta pintar membaca Al-Quran dan mengamalkannya? Atau malah termasuk juga di antara tiga type manusia yang lain?
Oleh karenanya marilah kita tanyakan pada diri semasing, sudahkah mulut serta lidah kita basah oleh bacaan Al-Qur'an? Atau sudahkah mata kita seringkali lihat Al-Qur'an? Atau telinga kita yang lebih sukai mendengar terkecuali Al-Qur'an?
Demikianlah penjelasan tentang aroma pembaca Al-Qur'an. Mudah-mudahan dengan tahu hal ini kita bisa berbenah diri serta memperbaiki diri supaya dapat termasuk juga dalam type manusia yang pertama. Amin ya rabbal alamin.

Leave a Comment