ASTAGFIRULLAH!!! KEMURKAAN ALLAH SAAT ISTRI SEDANG HAMIL TUA DAN SUAMI SIKSA ORANG BUTA,, BAYINYA LAHIR BEGINI.. {{TOLONG BAGIKAN UNTUK PELAJARAN KITA SEMUA}} - PETA INFORMASI

ASTAGFIRULLAH!!! KEMURKAAN ALLAH SAAT ISTRI SEDANG HAMIL TUA DAN SUAMI SIKSA ORANG BUTA,, BAYINYA LAHIR BEGINI.. {{TOLONG BAGIKAN UNTUK PELAJARAN KITA SEMUA}}


Malam itu, Abu Salim tidur hingga larut malam bersamaan beberapa rekannya. Perbincangan mereka tak ada ujung pangkalnya. Cuma isu dan celometan disertai lelucon. Seperti umum, pria berumur 30 th. itu menguasai komune dan sering kali buat beberapa rekannya tertawa. 

Di waktu seperti itu, seorang buta melalui di dekat mereka. Dengan cara reflek, terlihat hasrat Abu Salim mengerjai orang itu. 
Abu Salim menjulurkan kakinya pas di depan orang buta itu. 
“Bruakkk, ” orang buta itu terjatuh waktu itu juga. 
“Ha ha ha, ” beberapa rekan Abu Salim tertawa terbahak-bahak. 

Kaget dan kesakitan bercampur jadi satu. Dengan susah payah orang buta itu berupaya bangkit, sebentar tawa Abu Salim dan lebih dari satu rekannya masih tetap terdengar. 

Sadar dirinya jatuh karena punya niat dijegal untuk ditertawakan, orang buta itu geram. 

“Kau sudah mengerjai orang yg tak bisa saksikan, mudah-mudahan Allah berikan balasan yang setimpal kepadamu! ” 

Kemarahan orang buta itu tak buat Abu Salim menyesal dan mohon maaf. Ia kembali berhimpun dengan lebih dari satu rekannya dan dengan bangganya mengulas bagaimana ia sudah mengerjai orang buta tadi. Ada kesenangan sendiri waktu beberapa rekannya tertawa. 

Setelah malam demikian larut, barulah komune itu bubar. Setibanya di rumah, Abu Salim rasakan istrinya yang tengah hamil tua tengah kesakitan. 
“Kamu dari tempat mana saja, Bang? ” 
“Biasa. Bersenang-senang bersamaan beberapa rekanan, ” jawabnya dengan mudah. 
“Aku rasakan sakit sekali, kontraksi semakin sering, mungkin saja menginginkan melahirkan malam ini. ” 

Mendengar kalimat itu dan saksikan istrinya semakin kesakitan, bulir-bulir bening menetes dari mata Abu Salim. Selekasnya ia bawa istrinya ke rumah sakit. 
Telah berapakah jam, bayi mereka belum juga lahir. Abu Salim yang mulai bingung berpamitan sebentar pada perawat sambil menyerahkan nomor teleponnya jika setiap saat butuh dihubungi. 

Tidak berapakah lama di rumah, telephone Abu Salim berdering. Rumah Sakit menyampaikan berita apabila anaknya sudah lahir. 

“Di mana istri dan anak saya, Suster? ” 
“Anda diminta untuk bertemu dokter dulu, Pak” 
“Tidak, saya harus menjumpai istri dan saksikan anakku dulu” 
“Dokter memohon Anda menemuinya dahulu, Pak” Abu Salim hampir saja geram. Tetapi ia lalu menuruti hasrat itu. 
“Anak Anda alami cacat berat di ke-2 matanya. Mungkin saja ia akan kehilangan penglihatannya, ” kata Dokter, seperti petir di siang bolong. 
“Apa, Dok? Anak saya akan buta? ” 
“Aku berharap engkau sabar dengan ketentuan Allah” 
“Tidak! Anak saya tidak dapat buta! ” 
“Sabar, Pak. Bersabarlah dengan ketentuan Allah” 
Abu Salim tertunduk lesu. Air mata mulai membasahi pipinya. Bayangan orang buta yang ia kerjai terlihat dalam benaknya. “Ya Allah… inikah balasannya…” Semakin deras, Abu Salim tak bisa membendung derai air matanya. Muchlisin BK/Kisahikmah 
*Disarikan dari cerita riil Qashashun Abkatni karya Salim Muraisyid

sumber:http://www.berita-medianet.com/2016/11/astagfirullah-kemurkaan-alllah-saat.html
Diberdayakan oleh Blogger.