((UMAT MUSLIM WAJIB TAU DAN MENGAMALKANNYA)) INILAH KEUTAMAAN DI HARI JUM'AT... BERIKUT PENJELASANNYA,, BANTU SHARE YA - PETA INFORMASI

((UMAT MUSLIM WAJIB TAU DAN MENGAMALKANNYA)) INILAH KEUTAMAAN DI HARI JUM'AT... BERIKUT PENJELASANNYA,, BANTU SHARE YA


Saudariku, kabar gembira untuk kita semuanya kalau ternyata kita 
mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita kenal. 

Inilah Keutamaan Di Hari Jum'at (Umat Islam Wajib Tau dan Mengamalkannya) !! 

Hari itu adalah hari jum’at. Saudariku, hari jum’at memang istimewa tetapi tak selayaknya kita berlebihan dalam menanggapinya. Dalam artian, kita mengutamakan dengan ibadah spesifik misalnya puasa tertentu khusus hari Jum’at, tak bisa juga mengutamakan bacaan dzikir, do’a serta membaca surat-surat spesifik pada malam dan hari jum’at kecuali yang disyari’atkan. 

Nah artikel kali ini, akan menguraikan beberapa keutamaan-keutamaan dan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita mengerti keutamaannya, kita bisa lebih bersemangat untuk mengoptimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan itu. 

1. Bahwasanya ia adalah sebaik-baik hari. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda, 

 خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة 
”Sebaik-baik hari yang matahari terbit kepadanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam di ciptakan, hari ini juga Adam dimasukkan ke dalam surga serta di keluarkan darinya, serta tidaklah akan datang hari kiamat terkecuali pada hari Jum’at. ” (HR Muslim). 

2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum’at 

Kewajiban sholat Jum’at adalah sebesar-besar kewajiban Islam yang paling diutamakan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (menunaikan sholat Jum’at) lantaran meremehkannya, pasti Alloh tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim. 

3. Ada waktu yang orang berdo’a di dalamnya diijabahi (dikabulkan). 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, 

إن في الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه 
”Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada satu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam kondisi berdiri sholat memohon suatu hal kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan kepadanya. ” (Muttafaq ’alaihi) 

Ibnul Qayyim berkata setelah mengatakan ada perselisihan mengenai pemilihan spesifikasi saat ini, ”Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) yaitu dua pendapat yang keduanya terdapat di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yakni, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah itu) dari mulai duduknya imam sampai dilaksanakannya sholat, sebagaimana dalam hadits Ibnu ’Umar bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, 

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة 
” (waktu ijabah itu) yakni di antara duduknya imam hingga ditunaikannya sholat. ” (HR Muslim). 

Pendapat ke dua, yakni setelah waktu ’Ashar. Dan ini yaitu dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Ma’ad I/389-390). 

4. Bersedekah di dalamnya kebih baik dari pada bersedekah pada hari yang lain. 

Ibnul Qayyim berkata, ”Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari yang lain dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan 
lainnya. ” 

Serta di dalam hadits Ka’ab (di sebutkan), 

والصدقة فيه أعظم من الصدقة في سائر الأيام 
”Bersedekah di dalamnya semakin besar (pahalanya) dari pada bersedekah pada hari yang lain. ” (hadits mauquf shahih tetapi memiliki hukum marfu’). 

5. Ia yaitu hari di mana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga. 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata mengenai firman Allah Azza wa Jalla, 

 ((وَلَدَي�'نَا مَزِي�'دٌ)) 
”Dan pada sisi kami ada tambahannya. ” (QS Qaf, 35) 

Beliau berkata, ”Allah muliakan mereka pada setiap hari Jum’at. ” 

6. Ia adalah hari ’Ied (perayaan) yang berkali-kali setiap minggu. 

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, 

إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل… 
”Sesungguhnya hari ini yaitu hari ’Ied yang Alloh menjadikan untuk kaum Muslimin, barangsiapa yang merasakan hari Jum’at sebaiknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298). 

7. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa. 

Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, 

لا يغتسل رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم الإمام إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى 
”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lantas ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, lalu ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tak memisahkan pada dua orang (yang duduk), lalu ia lakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, tetapi semua dosanya akan diampuni pada hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya. ” (HR Bukhari). 

8. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada setiap langkah kakinya ada pahala puasa serta sholat setahun. 

Ssebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, 

من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير 

”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera serta bergegas (untuk sholat), lalu ia mendekat pada imam serta diam, jadi baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, serta yang demikian ini yaitu sesuatu yang mudah untuk Alloh. ” (HR Ahmad serta Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah). 

Allohu Akbar! Setiap langkah yang diayun menuju sholat Jum’at sepadan dengan puasa serta sholat setahun?! 

Di mana orang-orang yang mau berlekas untuk menuju kebesaran ini?! Di mana orang-orang yang menginginkan anugerah ini?! 

 ((ذَلِكَ فَض�'لُ اللّهِ يُؤ�'تِي�'هِ مَن�' يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو�' الفَض�'لِ العَظِي�'مِ)) 
”Itulah karunia Allah, diberikan-Nya pada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah memiliki karunia yang besar. ” (QS al-Hadiid, 21) 

9. Jahannam itu dinyalakan –yaitu dikobarkan apinya- setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at. 

Yang mana hal semacam ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan pada hari yang agung ini. (Lihat Zaadul Ma’ad I/387). 

10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya adalah tanda-tanda husnul khotimah. 

Di mana orang yang meninggal dunia pada hari ini akan aman dari siksa kubur serta dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, 

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر 
”Tidaklah seseorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur. ” (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).
Diberdayakan oleh Blogger.