KISAH NYATA : MENGERIKAN!!! SUBHANALLAH,, DI DUNIA SEMUT "PENDUSTA" DI HUKUM M4TI.. SIMAK PENJELASAN DI BAWAH INI, BANTU SHARE YA...
Seorang Mufti Masjidil Haram, menceritakan kisah nyatanya sendiri,
dia berkata :
Pada suatu kesempatan, saya duduk di satu tempat, Kupalingkan pandanganku kesana kemari melihat makhluk-makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Akupun terkagum-kagum dengan ciptaan ar-Rahman Subhanahu Wa Ta’ala. Seekor semut menarik perhatianku.
KISAH NYATA MENGERIKAN!! Subhanallah, Di Dunia Semut ‘Pendusta’ di Hukum Mati
Dia berkeliaran di sekitarku untuk mencari suatu hal, mencari, dan mencari. Tak terasa terbebani, juga tak bosan.
Di tengah-tengah pencariannya, dia menemukan beberapa sisa bangkai belalang, tepatnya yaitu kaki belalang. Diapun menyeretnya, dan menyeretnya, dan berusaha untuk membawanya ke tempat tertentu yang sudah ditentukan oleh hukum mereka di dunia semut. Dia sudah banyak berusaha dalam usahanya itu. Setelah beberapa waktu, dan kesungguhan, dia merasa tak bisa membawa kaki belalang itu. Lalu dia tinggalkan buruan berharga itu, lalu pergi ke satu tempat yang tidak kuketahui, dan diapun menghilang.
Selang beberapa waktu, dia kembali bersama dengan beberapa besar semut. Di waktu saya melihat kemana mereka menuju, saya tahu bahwa semut yang tadi sudah mengajak mereka semua untuk membantunya mengangkat apa yang tidak mampu dia angkat. Akupun ingin hiburan sedikit, kuambil kaki belalang itu, lalu kusembunyikan.
Maka dia dan semut-semut lain yang bersamanya mencari kaki itu, mereka mencarinya kesana kemari tanpa ada hasil, hingga mereka putus harapan akan keberadaannya, lalu merekapun pergi meninggalkan tempat itu. Kemudian, semut yang pertama datang kembali sendirian menuju tempat tadi. Sebelum dia hingga pada tempat tadi, kukembalikan kaki belalang dihadapannya.
Jadi mulailah dia mengitari dan melihat di sekelilingnya. Lalu dia berusaha untuk menyeretnya lagi, berusaha serta berupaya, hingga dia merasa lemah. Lalu dia pergi meninggalkan tempat itu sekali lagi. Akupun yakin bahwa dia pergi untuk memanggil kabilah semutnya manfaat membantunya untuk mengangkat kaki belalang yang ditemukannya itu.
Kemudian, datanglah sekumpulan semut bersama semut tadi, serta kukira itu yaitu grup semut yang sama seperti tadi!! Mereka juga datang, dan waktu saya melihat mereka jalan di belakang semut pertama menuju tempat tadi, akupun banyak tertawa, lalu kuambil kaki belalang serta kusembunyikan dari mereka sekali lagi. Merekapun mencari kesana kemari, mereka mencari dengan penuh keikhlasan.
Demikian pula semut tadi mencari dengan sepenuh semangat dan keyakinannya, berputar kesana kemari, lihat ke kanan serta ke kiri, agar melihat sesuatu, akan tetapi tidak ada sesuatupun. Pada saat seperti ini, terjadilah suatu hal yang aneh. Sekumpulan semut itu berkumpul bersama yang lain setelah mereka bosan mencari, dan di antara mereka ada semut yang pertama. Lalu tiba-tiba mereka menyerangnya, lalu memotong-motongnya secara ganas di hadapanku. Dan demi Allah, saya melihat kepada mereka, sementara saya ada pada keterkejutan yang besar.
Apa yang terjadi membuatku takut… mereka membunuhnya… mereka memotong-motongnya di hadapanku. Astaghfirullah! Ya, mereka memotong-motongnya di hadapanku… dia terbunuh karena aku… mereka membunuhnya karena mereka menyangka kalau dia telah berdusta pada mereka!!! SubhanAllah, sampai bangsa semut melihat dusta sebagai aib, dan kekurangan, bahkan dosa besar yang pelakunya dihukum bunuh!! Semut menganggap dusta yaitu sebuah kejahatan, serta memberikan hukuman atasnya!!
Maka bagaimana bila dusta itu membawa keburukan, atau keragu-raguan yang di belakangnya akan timbul fitnah, peperangan, dan kehancuran rumah tangga?! Dan penderitaan rakyat banyak karena beberapa wakil rakyat yang di pilih ternyata mendustai rakyatnya dengan korupsi, nepotisme, dan lain-lain. dan pemimpin negara ini mendustai serta mendurhakai hukum Allah yang harus diterapkan… Jadi dimanakah orang yang bisa mengambil pelajaran dari semut kecil ini? Subhanallah…
“Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk serta ajaran dengan bijaksana, namun bila sudah turun mimbar mereka lakukan tipu daya (dusta) serta pencurian (korup). Hati mereka lebih busuk dari bangkai. ” (HR. Ath- Thabrani) '

Leave a Comment