BOLEHKAH,, MEMAKAI MAHAR DARI UANG PINJAMAN UNTUK MENIKAH? INI HUKUM DAN PENJELASANNYA DALAM ISLAM... BANTU SHARE YA!!!
Menikah masih menjadi tujuan hidup yang utama untuk banyak orang di Indonesia. Ini lalu berpengaruh ke upacara pernikahan itu sendiri, yang lalu menelan banyak biaya untuk di adakan. Tak jarang, pasangan dan keluarga pasangan bahkan sampai harus menjual semua jenis aset untuk memperoleh uang untuk membayar acara itu. sebagian lagi pilih mengajukan hutang untuk menikah.
Cukup banyak orang yang melakukan pilihan ke dua itu, dengan alasan kalau toh,
pernikahan ini hanya satu kali saja dan di adakan dalam waktu singkat. Tentunya kenangan yang didapatkan dari acara pernikahan ini akan jadi memori yang indah untuk semua orang yang ikut serta di dalamnya, dan jadi suatu hal yang akan dibicarakan hingga ke anak cucu.
Namun apakah memang seindah itu? Bila untuk menyelenggarakan pernikahan saja Anda serta pasangan harus hingga terlibat dalam hutang pernikahan, jadi lihatlah alasan mengapa sebaiknya Anda berdua menundanya dulu, atau mungkin menyelenggarakannya dengan cara yang lebih sederhana :
Memulai kehidupan bersama dengan negatif
Kehidupan pernikahan yang dilandasi dengan hutang memang tak harus berarti semuanya aspek pernikahan jadi negatif, tetapi ini dapat menjadi tanda kalau Anda dan pasangan akan mengalami kesulitan keuangan dari awal.
Pikirkan tentang biayabiaya lain
Anda bakal dihadapkan segera pada biayabiaya lain dalam kehidupan pernikahan, dari masalah beli mobil, rumah, membiayai pendidikan anak, dan lain-lain.
Apakah benarbenar jadi memori indah?
Dengan beban hutang dan hukum mahar dari utang uang kontan di sanasini, apakah pesta pernikahan itu benarbenar jadi memori yang pantas untuk dikenang dengan senyuman? Bisa jadi yang terpikirkan justru tumpukan tagihan dan cicilan yang perlu di cicil.
Keharmonisan dengan pasangan terganggu
Masalah keuangan yaitu masalah yang benar-benar peka untuk beberapa orang, terlebih dengan pasangan. Bahkan dapat disebut, urusan keuangan jadi penyebab utama mengapa banyak yang bercerai. Anda pasti tak ingin seperti ini, bukan?

Leave a Comment